Recent Posts

09 June, 2009

Teologia Kemakmuran

Apakah kita semua pernah mendengar teologia kemakmuran? Saya rasa kurang pantas kemakmuran itu menyandang kata teologia di depannya. Teologia yang berasal dari kata theos = Allah dan logia = perkataan, konsep, atau prinsip (a). Sedangkan kemakmuran bukanlah konsep Allah, konsep Allah adalah kehidupan manusia yang sesuai kepada kehendak Allah, kembali kepada sang Penciptanya. Entah itu bahagia, sakit, miskin dan kaya -- semuanya harus berbalik kepada Allah. Sedangkan ajaran kemakmuran terlalu menekankan bahwa Tuhan mau memberkati kita -- baik berkat rohani maupun jasmani, pertanyaannya jika kita tidak mempunyai uang apakah berarti kita tidak diberkati juga?

Kekayaan seharusnya ditakutkan bisa menjadi sumber kejatuhan manusia, karena manusia adalah serakah. Namun bukan saya melarang orang menjadi kaya, tentu boleh kaya -- tapi tidak harus, untuk memberkati orang lain kita tidak harus menjadi kaya, dan mengeruk uang sebanyak-banyaknya -- mengapa tidak diajarkan agar kita bisa lebih hidup hemat dan uang lebihnya kita bagi-bagikan kepada orang-orang ketimbang kita meminta lebih untuk bisa menjadi saluran berkat. Ini namanya memberi dalam kelimpahan, sedangkan Tuhan mengajarkan kita memberi dalam hal kekurangan -- seperti janda yang menyerahkan seluruh miliknya -- artinya bahwa hidupnya seutuhnya diserahkan kepada Tuhan.

Manusia cenderung cinta uang -- melihat segala sesuatu berdasarkan materi, dan dengan memakai topeng rohani mengatakan bahwa semuanya untuk kemuliaan Tuhan -- yang sebenarnya adalah untuk kemuliaan sendiri. Beberapa hamba-hamba Tuhan di Amerika, punya mobil BMW, Mercedes dan berkata "Inilah berkat dari Tuhan" dan merasa kemuliaan Tuhan dinyatakan -- Apakah berkat dan kemuliaan Tuhan hanya diukur dari kekayaan semata-mata, dari BMW dan mercedes, tentu tidak, kemuliaan Tuhan itu jauh lebih dari segalanya, tidak ada padanannya di bumi.

Berapa banyak dari kita, selalu mengejar yang namanya berkat jasmani dan tidak pernah mengejar kebenaran Tuhan yang sejati. Yang kita kejar adalah untuk memuaskan diri pribadi ketika ada di dunia -- jadilah di bumi seperti di surga. Apakah di surga ada uang ? Kalau memang benar-benar mau merasa surga di bumi, jangan sekali-kali kita fokuskan hidup kita dari hal materi, semua yang kelihatan ini akan lenyap, kumpulkanlah harta di surga di mana ngengat tidak akan merusaknya. Bukan berarti kita tidak mau tau dengan segala kebutuhan jasmani kita, bill, mortgage dan lain lain. Kita harus bertanggung jawab dalam hal keuangan, semuanya itu dipercayakan Tuhan untuk kita mengelolahnya berdasarkan kehendak Tuhan bukan atas dasar kehendak diri sendiri.

Semuanya itu dicari oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, tapi Bapa kita di surga tahu bahwa kita membutuhkan semuanya itu -- membutuhkan -- berarti yg menjadi kebutuhan kita yang hakiki, dalam hal ini makan, minum dan pakaian. Dan semuanya itu akan ditambahkan kepada kita, kalau kita mencari kerajaan Allah dan kebenaranNya. Semuanya yang pasti diberi adalah makanan, minuman, pakaian, kalaupun ada yang lain itu adalah Allah berikan karena satu anugrah yang harus dipakai untuk memberkati orang lain, tapi bukan menjadi satu tujuan paling penting untuk dikejar dan untuk didapatkan.

Cukupkanlah dengan hal uang -- kalau secara gamblang diartikan bahwa uang itu harus dicukup-cukupkan, kalau kurang harus cukup juga kalau lebih juga harus dicukupkan -- tapi manusia cenderung memilih yang lebih.

Lukas 3:14 - Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: "Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?" Jawab Yohanes kepada mereka: "Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu."

1 Timotius 6:8 - Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.

Ibrani 13:5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

Penulis Ibrani, tahu benar kalau uang itu bisa menjadi tuan atas kehidupan manusia, ketika manusia berharap kepada uang -- merasa kalau tidak ada uang maka hidup ini akan sengsara, jelas ini adalah konsep yang salah. Jangan sampai kita cinta kepada uang karena hal itu adalah akar dari segala kejahatan.

Saya menentang secara pribadi mengenai buku "Rich Dad, Poor Dad" - Robert Kiyosaki; pada halaman pertama, bab pertama mengatakan demikian:

For example, one dad would say, "The love of money is the root of all evil." The other, "The lack of money is the root of all evil."

Robert dengan sengaja menyelewengkan, menyisipi ajaran untuk kaya, ajaran materialistik, kalau kita tidak kaya, atau kalau kita kekurangan uang maka itu adalah akar dari segala kejahatan. Jelas-jelas salah sekali, karena dengan keinginan untuk kayalah banyak orang jatuh dalam dosa. Jelas kalau kita menjadi ayah yang kedua bahwa "the lack of money is the root of all evil" -- berarti ayah ini adalah ayah yang cinta uang, karena dia pasti berlomba-lomba untuk mencari uang supaya menghindarkan dari segala kejahatan. Sedangkan belum tentu bagi ayah yang satu lagi kalau ayah tersebut tidak cinta uang - bukan berarti dia tidak memiliki uang.

Pembaca buku ini secara tidak sadar ditipu secara halus, dan akhirnya menjerat natur manusia yang pasti akan menyetujui kalau kurang uang maka hal itu menjadi akar segala kejahatan.

Marilah sama-sama kita mencukupkan dan mengucap syukur senantiasa kepada Tuhan atas apa yang telah kita punya - belajarlah untuk tidak melihat materi/objek, melainkan senantiasalah melihat Subjek yang memenuhi kebutuhan kita. Tuhan memberkati.

John Piper's view on Prosperity Gospel

I don’t know what you feel about the prosperty gospel; the health, wealth, and prosperity gospel. But I’ll tell you what I feel about it; hatred.

It is not the gospel. It is being exported from this country to Africa and Asia. Selling a bill of goods to the poorest of the poor, “Believe this message, your pigs won’t die. Your wife won’t have miscarriages. You’ll have rings on your fingers and coats on your back.” That’s comin’ out of America!

The people that out to be giving our money and our time and our lives, instead selling them a bunch of crap called “gospel.” And here’s the reason that it is so horrible. When was the last time that any American, African, Asian ever said, “Jesus is all-satisfying because you drove a BMW?” Never!

They’ll say, “Did Jesus give you that?” Yeah, “Well I’ll take Jesus!” That’s idolatry, that’s not the gospel. That’s elevating gifts above giver.

I’ll tell you what makes Jesus look beautiful. It’s when you smash your car and your little girl goes flying through the windshield and lands, like I was with a little girl on 11th Ave two weeks ago; dead on the street for three hours before the police could let her go. And you say, through the deepest possible pain…
“God is enough, God is enough.”

“He is good. He will take care of us. He will satisfy us. He will get us through this. He is our treasure”

“Whom have I in heaven but you? And on Earth there is nothing that I desire besides you. My flesh and my heart and my little girl may fail, but you are the strength of my heart and my portion forever.”

THAT makes God look glorious, as GOD, not as giver of cars or safety or health.
Oh how I pray that Birmingham would be purged of the health, wealth, and prosperity gospel, indeed America would be purged and that the Christian church…would be marked by suffering for Christ.

God is most glorified in you when you are most satisfied in Him in the midst of loss, not prosperity.


a. The term "theology" literally means the study of God, deriving from the Greek word theos, meaning 'God', and the suffix -ology from the Greek word logos meaning (in this context) "discourse", "theory", or "reasoning". Source Wikipedia

0 comments:

Post a Comment