Recent Posts

05 June, 2009

Salah siapa? Manusia, Setan atau Allah?

Dalam perjalanan saya menuju kantor, saya bertanya kepada diri sendiri -- ketika manusia mengalami masalah, siapakah yang patut disalahkan? Manusia, Setan atau Allah?
Manusia cenderung berbuat dosa, semenjak kejatuhan manusia -- manusia rusak sepenuhnya (Total Depravity), apapun yang dilakukan essensinya adalah dosa belaka, tidak ada seorangpun yang benar inilah yang ditulis oleh Rasul Paulus - Roma 3:23 "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah" - kemudian diulang lagi oleh Paulu lebih jelas lagi di dalam Roma 3:8-10, 18

3:8 Bukankah tidak benar fitnahan orang yang mengatakan, bahwa kita berkata: "Marilah kita berbuat yang jahat, supaya yang baik timbul dari padanya." Orang semacam itu sudah selayaknya mendapat hukuman.
3:9 Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa,
3:10 seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.

3:18 rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu."

Nah, celakanya banyak manusia tidak menyadari hal tersebut, dan bukan terjadi di jaman-jaman sekarang saja -- coba kita renungkan ketika Adam jatuh ke dalam dosa, siapa yang disalahkan? Hawa bukan ? siapa yang Hawa salahkan Ular bukan? Jangan sampai rantai itu terus berlanjut dan akhirnya menyalahkan Allah sebagai sumber dari segala dosa, karena Dia yang menciptakan Ular.

Justru karena Allah begitu mengasihi manusia maka Dia mengutus AnakNya, yaitu Kristus sebagai penebus dosa kita, Dia tidak pernah berdosa, dan tidak akan pernah berbuat dosa, bahkan Dia yang tidak mengenal dosa dijadikan menjadi dosa karena kita, supaya kita dibenarkan oleh Allah di dalam Dia -- 2 Korintus 5:21

1Yoh. 3:5 Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa.

1Ptr. 3:18 Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,

Setelah manusia jatuh dalam dosa, hidup ini tidak pernah lepas dari masalah -- memang ada masalah yang menjadikan kita akhirnya kembali kepada sang Pencipta kita.
Tapi tidak sedikit juga masalah yang ada di dalam diri kita yang tidak pernah kita selesaikan di hadapan Tuhan, seringkali kita membiarkan masalah itu menghimpit kehidupan rohani kita -- seringkali kita tidak sadar kalau kita memiliki masalah tersebut yang memperlambat pertumbuhan rohani kita -- kita pun akhirnya menjadi sombong karena menganggap diri yang paling benar, dengan adanya perasaan selalu benar dan tidak pernah salah hal ini menjadi racun dan tidak akan pernah membuat kita lebih belajar mengenal kehendak Tuhan bagi kehidupan kita.

Ketika kita mulai membaca Firman Tuhan, kita hanya buat Firman Tuhan itu untuk menyegarkan jiwa kita, untuk kepuasan kita semata-mata -- tentu saya pun tidak menolak bahwa Firman Tuhan itu menyegarkan jiwa, tapi kita harus sadar Firman Tuhan itu juga senantiasa menegur, supaya kita bisa hidup dalam kebenaran yang sejati dalam Kristus Yesus.

Manusia melihat Firman Tuhan dengan kacamata diri sendiri, dalam ruang lingkup yang sangat kecil sekali, yakni berpusat pada diri sendiri -- padahal Firman Tuhan itu luasnya seperti samudra, kemuliaan Tuhan bukan berpusat kepada diri sendiri, tapi berpusat kepada Tuhan.

Setan pun disalahkan ketika ada masalah, betul setan sering bikin onar, sering bikin masalah, dia giat senantiasa mau meracuni kehidupan rohani anak-anak Tuhan jaman sekarang, dengan ajaran-ajaran yang kelihatannya baik namun menuntun kita kepada kesesatan yang seutuhnya. Banyak orang yang menyangka jalan itu lurus namun berakhir kepada maut. Kita harus benar-benar kritis dalam segala sesuatu, namun jangan jadi tukang 'complain' -- menjadi seorang kritikus dan menjadi seorang tukang 'complain' adalah dua hal yang berbeda.

Namun ada banyak yang harus kita perbaiki dalam hidup ini, karakter hidup kita, kebiasaan hidup kita, gaya hidup kita, semuanya tidak bisa diperbaiki tanpa pimpinan Tuhan, dan kekuatan dari Tuhan -- biarlah kita senantiasa sadar bahwa kitalah orang-orang yang berdosa, yang sebenarnya tidak layak namun dilayakkan, semakin kita mengenal Tuhan secara benar, semakin kita menjadi kecil dan Dia menjadi besar.

Paulus pun, semakin lama dia melayani Tuhan, semakin dia merasa bahwa dia adalah 'Chief Sinner', kepala dari segala orang yang berdosa, apakah karena apa yang dia perbuat begitu kejam sehingga dia mengatakan hal ini -- bukan -- Dia menyadari bahwa manusia sudah rusak total, dan apapun yang dilakukan manusia tidak akan pernah berhasil, semakin lama semakin dia sadar bahwa dia adalah orang yang penuh dosa, semakin dia menjadi kecil dan Kristus menjadi besar. Dalam urutan secara kronologi, surat-surat Paulus ada dikatakan bahwa Paulus lebih hina daripada rasul yang lainnya, kemudian surat-surat berikutnya dikatakan bahwa dia lebih hina dari segala orang yang berdosa di muka bumi ini. Inilah membuktikan seharusnyalah kita semakin kecil dan semakin sadar akan dosa ketika kita mengerti kebenaran Firman Tuhan yang sejati itu.

Marilah saudara, sama-sama kita belajar untuk mengenal kebenaran Firman Tuhan tersebut. Marilah sama-sama membuka hati kita untuk dikoreksi, tanpa ingin mempertahankan kebenaran diri sendiri. Bagi Tuhan segala kemuliaan, hormat dan kuasa sampai selama-lamanya.

0 comments:

Post a Comment