Recent Posts

25 June, 2009

Air hidup yang memuaskan

Yohanes 4:13 Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,

Yohanes 4:14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."


Kalau artikel yang saya buat sebelumnya mengenai perempuan Samaria yg berada di sumur, kedua ayat di atas masih membuat saya tertarik untuk membagikan satu topik lagi supaya dengan kasih karunia Allah ayat-ayat tersebut dapat menyentuh kedalaman hati saya dan hati Anda.

Ada 2 macam air, yang satu air secara jasmani, dan yang satu lagi air secara rohani. Dengan mulut kita, kita meminum air yang bersifat jasmani sedangkan untuk meminum air hidup itu adalah dengan hati kita, hati kita tidak akan pernah bisa menerima air hidup itu, kalau keadaan hati kita yang rusak ini tidak diperbaiki Allah.

Demikianlah yang terjadi dalam kehidupan perempuan Samaria ini, mungkin 5 kali kegagalan pernikahannya entah karena dia tidak puas dengan bekas suaminya atau suaminya tidak pernah puas dengan dia, sehingga ada luka yang dalam sekali menyayat hatinya, mengikat serta menutup mata rohaninya untuk melihat air hidup yang ditawarkan oleh Tuhan. Perempuan ini tidak mengetahui bahwa masalah hidupnya bukanlah karena faktor eksternal, tapi semuanya adalah karena faktor internal.

Perempuan ini, berharap Tuhan memuaskan dahaganya lewat air yang bersifat jasmani sedangkan Allah menawarkan air hidup untuk kehidupan rohani perempuan ini. Berapa banyak dari kita seringkali menitikberatkan dan mengantungkan hidup kita kepada air jasmani yang Yesus tahu itu tidak akan pernah memuaskan hidup kita, karena kita tidak tahu apa yang kita butuhkan -- yang kita butuhkan adalah air hidup yang mengubah hati kita.

Manusia selalu ingin mengejar kepuasan, manusia selalu haus akan dahaga, bukan akan air yang hidup tapi akan air yang jasmani, mungkin kita tidak pernah puas akan pekerjaan kita, selalu mau yang lebih, atau kita tidak pernah puas akan istri kita, suami kita, anak-anak kita, atau kita dahaga akan mobil, game-game yang baru, acara-acara TV yang baru dan menarik, film-film di bioskop yang baru dan keren, gaya rambul model kini, lemari baju Anda, setting-an komputer kita, software-software baru, internet, tempat kita tinggal -- hati-hatilah karena jangan sampai hal-hal tersebut yang mungkin kelihatannya hobi yang namun kerap kali hobi tersebut menghalangi kita melihat air hidup tersebut. Kalau kita tidak bisa melihatnya bagaimana mungkin kita bisa meminumnya sehingga kita tidak akan haus lagi.

Berapa banyak kita senantiasa, lebih mementingkan karir kita dibandingkan Tuhan, lebih mementingkan bagaimana kita meningkatkan untuk hidup yang layak menurut ukuran manusia dibandingkan lebih meningkatkan pengenalan kita akan Tuhan melalui kebenaran FirmanNya. Semuanya karena identitas diri kita masihlah idnetitas diri dunia, yang senantiasa ini memuaskan kehidupan manusiawi kita tanpa menyadari yang kita perlukan adalah kepuasan manusia rohani kita -- karena Tuhanlah yang memuaskan kita bukan karena kepuasan dunia, namun karena kepuasan rohani, tanpa kepuasan rohani, maka kita tidak akan pernah puas di dunia ini. Kepuasan jasmani tidak terbatas, selalu mau lebih lebih dan lebih, sedangkan kepuasan rohani terbatas atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan kepada kita.

Berapa banyaknya pun yang kita minum di dunia ini tidak akan pernah bisa memuaskan kita sebagai manusia yang penuh dengan keinginan, Tuhan tahu bahwa manusia tidak akan pernah bisa puas akan hal yang bersifat jasmani, untuk itulah Dia memberikan air hidup itu yang berkuasa menghentikan kepuasan jasmani manusia dan bertolak kepada kepuasan rohani.

Air hidup itu sudah diberikan kepada kita melalui kasih karunia Allah untuk kita semua, minumlah air tersebut yang akan menghentikan keinginan kita untuk mengejar kepuasan jasmani. Mari datanglah kepada Yesus karena hanya Dia yang bisa memuaskan segala kehidupan kita menurut kasih karunia Allah atas saya dan Anda.

0 comments:

Post a Comment