Berapa banyak kita berdoa hanya untuk memenuhi kebutuhan kita, ataupun kalaupun kita berdoa untuk orang lain, kita cenderung mendoakan apa yang ada di sekelilingnya, entah itu pekerjaan, pasangan hidup, berkat, namun kita tidak pernah mendoakan pribadinya, supaya kehendak Tuhan boleh terus nyata di dalam kehidupan orang tersebut.
Bolehkah kita berdoa untuk diri sendiri? Tentu saja, namun janganlah sampai doa tersebut hanya menodong Tuhan untuk melakukan sesuatu demi kepentingan diri sendiri, ini namanya egois maunya yang dia mau tanpa memperdulikan apa yang Tuhan mau. Kalau Tuhan tidak menjawab doa kita maka kita akan marah, atau pasang muka cemberut. Seringkali kita juga berdoa hanya untuk kemuliaan kita, seolah-olah untuk kemuliaan Tuhan namun secara tidak disadari kita hanya berdoa untuk kepuasan diri kita sendiri. Misalnya kita berdoa "Tuhan, rubahlah saya untuk menjadi serupa dengan Tuhan Yesus" -- saya lagi saya lagi, benar sekali Tuhan mau kita menjadi serupa Tuhan Yesus, tapi harus kita harus menyelediki hati kita apakah kita berdoa hanya untuk supaya kita bisa diterima di satu komunitas, terlihat orang kudus, lebih daripada yang lain, lebih tinggi maupun lebih rohani atau kita benar-benar berdoa karena kita sadar bahwa dengan kekuatan kita sendiri kita tidak mampu untuk menjadi serupa dengan Kristus maka dari itulah kita menaikkan doa kita memohon kekuatan dari Dia yang menjadi sumber dari segala sesuatu untuk menolong dan memampukan kita -- untuk kemuliaan Dia semata-mata. Kita berdoa menyerahkan segala sesuatu tanpa harus memberitahukan Tuhan caranya bagaimana -- karena Dia lebih tau dari kita. Tidak seharusnya kita memerintah Tuhan dan memberitahukan Dia bagaimana caranya mengatur dunia ini, manusia khususnya. Dia yang tahu bagaimana menyelesaikan masalah kita, maka dari itu serahkanlah segala sesuatu di bawah tangan Tuhan yang kuat.
Bolehkah kita berdoa untuk apa yang ada di sekeliling pasangan kita, teman kita, pacar kita, saudara kita, orang tua kita -- tentu saja boleh, namun hal itu bukanlah yang utama, bukan menjadi sesuatu yang hakiki. Kalau kita bisa belajar untuk berdoa lebih sungguh mengenai pribadinya orang tersebut, makan secara otomatis semua hal yang disekitarnya akan ikut dengan sendirinya. Kalau kita berdoa misalnya untuk pekerjaan -- setelah seseorang tersebut mendapat pekerjaan mungkin saja sukacita yang semu bisa terjadi dengan sesaat saja terhadap orang tersebut, akan berbeda kalau kita mendoakan pribadinya bagaimana orang tersebut bisa lebih mengenal Tuhan secara benar, atau supaya orang tersebut bisa lebih mengerti kehendak Tuhan dan panggilanNya, maka kalaupun dia dapat atau tidak dapat pekerjaan pun, orang tersebut sudah mengerti.
Saya mengutip surat Paulus untuk jemaat Efesus, Paulus berdoa untuk jemaat Efesus, semoga membangun kita dan menghentikan keegoisan kita mengenai doa...
Efesus 1:15-23
1:15 Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus,
1:16 akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku,
1:17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.
1:18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,
1:19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,
1:20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga,
1:21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.
1:22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.
1:23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.
0 comments:
Post a Comment