Recent Posts

19 June, 2009

Jangan kamu kuatir

Tuhan tahu benar-benar bahwa uang, kekayaan akan menjadi salah satu penghalang kita untuk dekat dengan Tuhan, tidak ada salah menjadi orang kaya, tapi adalah salah kalau kita menyimpan kekayaan tersebut. Kaya yang saya maksudkan di sini tidak bisa diukur dari segi kuantitas -- kaya di sini berarti Anda dan Saya merasa memiliki segala sesuatu itu, karena bagi orang kaya (orang yang punya banyak uang atau punya sedikitpun)-- karena mereka cenderung akan mencari lebih dan lebih, mencari kehidupan yang menurut manusia lebih layak, kehidupan yang lebih layak hanya ditentukan dari standar manusia mengenai berapa banyak yang bisa kita simpan, berapa banyak properti yang bisa kita investasi, berapa banyak keuntungan yang bisa saya keruk dari usaha saya, mobil yang lebih bagus, rumah yang lebih besar, pekerjaan yang lebih menguntungkan. Lebih, lebih dan lebih, manusia ingin lebih.

Untuk itu Yesus tahu, kita tidak bisa mengabdi kepada dua tuan (Matius 6:19-24) - Yesus tahu, manusia akan cenderung kuatir akan hidupnya sehingga mereka akan berusaha mengumpulkan harta di bumi, mereka takut akan hari esok, mereka lebih percaya kalau mereka bisa punya kekayaan yang lebih banyak maka hari depan mereka akan lebih terjamin -- Sama sekali salah, ini berarti kita tidak mengandalkan Tuhan. Kita lebih mementingkan untuk mengumpulkan harta di bumi ketimbang mengumpulkan harta di surga, salah salah contoh bagaimana untuk mengumpulkan harta di surga adalah dengan tidak mengumpulkan harta di bumi, lain kali akan saya lebih bahas lebih banyak lagi mengenai mengumpulkan harta di surga.

Tuhan tahu manusia senantiasa melihat obyek -- apa yang kelihatan, materi -- di Matius 6:21-22 -- secara tiba-tiba Tuhan berbicara mengenai mata, padahal dalam perikop itu Tuhan sedang membicarakan uang, jadi ada satu hubungan yang kuat antara mata ini dengan kekayaan. Jagalah mata hati kita untuk senantiasa memandang kepada kemuliaan Tuhan yang sejati.

Tidak mungkin kita bisa mengabdi kepada 2 tuan, kalau kita mulai mencintai kekayaan, uang, maka kita tidak mencintai Tuhan, demikian sebaliknya. 2 hal ini tidak dapat berjalan secara bersamaan -- ketika kita mencintai Uang, berarti kita membenci Tuhan, kalau kita setia mencari uang untuk memuaskan kita maka kita tidak akan mengindahkan Tuhan. Sekali lagi saya katakan tidak ada salah mencari uang yang banyak, yang salah adalah menyimpannya. Kalau kita bisa menghasilkan uang lebih dari orang lain yang bisa hasilkan ini bukanlah berarti kita harus menyimpannya lebih, ini hanya berarti Tuhan memberikan kepercayaan kepada Anda untuk memberikan lebih kepada orang lain yang membutuhkan.

Yesus tahu hal kekuatiran adalah sesuatu yang sangat besar sekali dalam kehidupan manusia. Mungkin hari ini Anda tidak kuatir -- namun bisa saja, entah dari mana tiba-tiba ketika Anda bangun pagi-pagi dan kuatir akan hidup ini -- dan yang paling besar mengenai hal kekuatiran ini adalah mengenai materi - apa yang kita makan dan apa yang kita pakai, karena kalau kita tidak mengumpulkan harta di bumi ini bagaimana kita bisa makan makanan yang enak, bagaimana kita bisa pakai-pakaian yang bagus-bagus. Hati-hatilah kalau apa yang kita lakukan hanya untuk memuaskan kehidupan semata-mata.

Oleh karena itu Yesus mengajarkan 8 senjata untuk kita mengenai kenapa kita tidak harus kuatir akan hidup ini. Biarlah kita memakai 8 senjata itu ketika kita mulai mengalami kekuatiran dalam hidup ini.

SENJATA 1 - Hidup ini lebih penting dari makanan dan tubuh ini lebih penting dari pakaian - Matius 6:25

Matius 6: 25 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?"

Manusia mengkonsumsi makanan untuk hidup, bukan hidup untuk makan. Tubuh manusia memerlukan pakaian supaya mereka tidak malu karena telanjang, atau mati kedinginan. Dan memang manusia membutuhkan kedua tersebut untuk hidup dan menjaga tubuh ini -- walaupun kedua hal ini tidak ada sekalipun dalam kehidupan kita, kalaupun kita mati karena kelaparan, atau mati kedinginan karena tidak ada pakaian -- namun hidup kita ada di Surga - jaminan pasti dari Tuhan, dan tubuh rohani kita lebih penting dari makanan yang membuat hidup jasmani kita bisa hidup. Yesus secara implisit mengatakan bahwa ada kehidupan setelah kita mati dan tubuh kebangkitan setelah kita mati, untuk itulah selama kita di dunia ini janganlah kita kuatir akan apa yang ada di dunia ini -- apa yang hanya bersifat sementara, tapi biarlah kita senantiasa hari lepas hari yakin dan percaya bahwa ada satu kehidupan yang lebih baik setelah kita meninggalkan dunia ini, untuk itulah Paulus juga yakin, dan dia bahkan rindu untuk segera bertemu dengan Tuhan karena dia tahu bahwa kehidupan di atas lebih baik -- tiada bandingnya dengan kehidupan kita di dunia (Filipi 1:21-24) -- Mati adalah satu keuntungan bagi Paulus, dan kalaupun Paulus hidup di dunia ini, karena dia harus bekerja memberikan buah, ayat 24 dikatakan "tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu" berarti kita hidup bukan untuk diri kita sendiri lagi, tapi kita hidup untuk Kristus, dan Kristus bagi seluruh manusia.

SENJATA 2 - Kita jauh melebihi burung-burung yang diberi makan oleh Tuhan - Matius 6:26

6:26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?

Seluruh dunia ini diatur oleh Tuhan, dari cacing-cacing di tanah yang dihidupkan Tuhan untuk menjadi makanan bagi burung-burung. Burung-burung pun tidak pernah berpikir bagimana harus menabur untuk menghasilkan tuaian, tuaian tersebut juga tidak dikumpulkan dalam lumbung-lumbung. Sejenak saya berpikir benarkah burung-burung di udara tidak mengumpulkan makanan untuk persediaan musim dingin -- saya belum menelaah lebih jauh lagi, kalaupun ada burung-burung yang mengumpulkan makanan untuk musim dingin, ini bukan yang dimaksudkan. Yang dimaksudkan adalah, burung-burung pun tidak berusaha sekuat tenaga untuk menghasilkan makanan bagi diri mereka, namun tetap dipelihara oleh Tuhan -- tentu ini jangan dijadikan alasan kita tidak mau bekerja keras untuk makanan dan minuman, tapi tetap mau bisa makan dan minum. Burung-burung pun yang tidak ada kemampuan secara sadar untuk memuliakan Tuhan tetap dipelihara Tuhan, apalagi kita manusia yang dicipta menurut peta Teladan Allah, yang bisa memuliakan Tuhan -- Tentunya dia memelihara (inggris: cares = peduli) hidup kita. 1 Petrus 5:7 - Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. Jadi jangan kuatir.

SENJATA 3 - Kekuatiran tidak menghasilkan apa-apa - Matius 6:27

6:27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

Ini sangat mudah sekali untuk dimengerti, kekuatiran tidak menghasilkan dan tidak menambah apa-apa di dalam kehidupan manusia. Memang manusia sendiri pun tidak bisa menambah umur mereka lebih panjang karena umur kita ditentukan oleh Tuhan. Misalnya kalau kita mengalami sakit penyakit yang tidak bisa diobati, di atas masalah penyakit itu kita menambah satu penyakit lagi yaitu kekuatiran yang tidak bisa membuat umur kita lebih panjang, jadi untuk apa kita harus kuatir. Oh, saya kuatir besok saya akan meninggal, apakah dengan kita kuatir hal itu akan menambah umur panjang kita, tentu tidak -- karena manusia pun tidak bisa menambah umur panjang, berapa banyakpun kekayaan kita, tidak pernah bisa membeli umur panjang, tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat menjamin umur panjang kita hanya karena dia punya kekayaan, apalagi hanya dengan kekuatiran. Tidak akan pernah bisa. Untuk itu janganlah kuatir.

SENJATA 4 - Kekuatiran tidak menghasilkan apa-apa - Matius 6:28-30

6:28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
6:29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
6:30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?


Hal ini mirip dengan illustrasi mengenai burung-burung di udara, namun tidak sepenuhnya. Kita lebih berharga dari burung-burung udara, namun kita juga hidup lebih lama dari rumput yang hari ini ada dan mungkin hidupnya cuman 1 - 2 hari, bahkan kita akan hidup dalam kekekalan. Mereka pun diberikan keindahan yang natural, keindahan yang alami, jangan kuatir akan apa yang kita pakai yang hanya menutupi tubuh kita yang kelihatan oleh manusia, bukankah keindahan yang di dalam (inner beauty) melebihi apa yang kelihatan. Manusia seringkali ditipu dengan apa yang kelihatan di luar, untuk itu dikatakan Salomo pun yang kaya, dalam segala kemegahannya yang dipandan oleh manusia karena mungkin dia memakai jubah yang bagus, pertama berlian 5 karat, ataupun mahkota emas, Salomo pun tidak berpakaian seindah dari salah satu bunga bakung -- bunga bakung tidak berpakaian, yang dimaksudkan di sini adalah keindahan yang natural -- yaitu keindahan Kristus di dalam kehidupan kita. Jangan berpaku terhadap apa yang kelihatan oleh mata ini, karena mata ini seringkali menipu, tapi latihlah mata rohani kita untuk senantiasa melihat keindahan Kristus. Dialah yang akan mendadani kita -- Dia mau mendadani hati kita, maukah kita didandani oleh Tuhan. Untuk itu janganlah kuatir akan hidup ini.

SENJATA 5 - Kekuatiran adalah duniawi - Matius 6:31-32a

6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?

6:32a Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah.

Kalau kita kuatir berarti kita serupa dengan dunia ini, untuk itu bertobatlah kalau kita kuatir. Semua hal kekayaan, kepuasan diri, semua dicari oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, kalau kita sudah mengenal Allah tentu kita tidak akan mencari semua hal tersebut di atas hanya untuk kepuasan diri semata-mata. Kita tidak akan mencari semua hal ini. Kita harus bekerja untuk mendapatkan tapi janganlah kita sampai 'mencari' dan terperangkap di dalam jeratnya.

SENJATA 6 - Bapa di surga tahu apa yang kita perlukan - Matius 6:32b

Matius 6:32b -Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

Apakah yang kita mau belum tentu apa yang kita butuhkan, tapi apa yang kita butuhkan menurut Tuhan sudah pasti kita harus mau untuk menerima hal tersebut. Bapa di surga melebihi dari bapa di dunia ini, dan kita tidak bisa bandingkan Bapa di surga dengan bapa di dunia, karena perbedaannya sangat jauh sekali, Bapa di surga 1 trilliun lebih dari bapa di dunia. Kalau bapa di dunia baik di bandingkan dengan bapa yang di dunia yang jahat perbedaannya hanya akan sedikit sekali. Bapa di dunia yang baik sekalipun tahu apa yang kita butuhkan bukankah Dia melebihi segala bapa yang baik di dunia, mengenai bapa yang jahat di dunia sudah tentu tidak perlu dipertanyakan lagi. Untuk itu janganlah kuatir

SENJATA 7 - Tuhan akan menyediakan segala sesuatu yang kita perlukan untuk melakukan kehendakNya dan kebenaranNya - Matius 6:33

6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Bukan karena kita tidak mendapatkan segala sesuatu akhirnya kita tidak mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya, bukan juga berarti kalau kita sudah mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya berarti kita akan menerima segala sesuatu untuk memuaskan kehidupan kita yang bersifat sementara. Tuhan berkata bahwa kita akan mengalami aniaya, Paulus juga mengatakan bahwa kelaparan dan ketelanjangan akan datang kepada beberapa orang, tapi hal ini tidak akan memisahkan kita dari Kristus - Roma 8. Kalau ayat ini selalu ditafsirkan bahwa ketika kita sudah mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya maka semua hal tersebut - dalam hal ini makanan dan pakaian akan ditambahkan kepada kita - maka motivasi manusia akan terkontaminasi -- kalau saya sudah mencari kerajaan Allah dan kebenarannya kenapa saya masih hidup sengsara, kenapa saya masih tidak kaya, mengapa saya harus kerja keras untuk mendapatkan uang, mengapa saya sering ditekan oleh teman-teman kerja, oleh majikan saya. Motivasi seperti ini sudah salah, karena konsepnya salah, mau diputar bagaimanapun tetap salah, banyak yang bilang -- yah kita tidak boleh mengharapkan segala sesuatu itu, karena yang terpenting adalah mencari kerajaan Allah dan kebenarannya dan semuanya itu yang bersifat materi akan ditambahkan secara otomatis. Nah kalau hal tersebut tidak ditambahkan berarti ayat ini sudah tentu salah. BUKAN, yang dimaksudkan di sini adalah, bahwa Tuhan menyediakan segala sesuatu bagi kita untuk memampukan kita untuk melakukan kehendak Tuhan, bahkan kehendak Tuhan atas hidup kita mengenai kapan kita harus meninggalkan dunia ini. Tidak ada jaminan akan kehidupan fisik yang nyaman di dunia ini, tidak ada jaminan hidup di dunia ini - Jaminan hidup kita adalah di dalam Kristus Yesus. Tetap tidak ada ujian yang akan gagal - Tuhan senantiasa menyediakan segala sesuatu supaya kita bisa bertahan di atas ujian tersebut dan diselamatkan. Janganlah kita kuatir, selama kita hidup di dunia ini karena Dia selalu senantiasa menyediakan segala sesuatu untuk memampukan kita melakukan kehendak Tuhan dan kebenaranNya dalam hidup kita.

SENJATA 8 - Tuhan tidak akan menambah kesusahan kita yang maksimum dalam satu hari - Matius 6:34

6:34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Kasih setia Tuhan senantiasa baru setiap hari, karena Dia tahu bahwa kita manusia membutuhkan Dia hari lepas hari, hari ini punya kesusahannya sendiri, berarti bahwa tiap hari mempunyai kesusahan tersendiri dan Tuhan tahu itu, untuk itu jangan sampai kita memikul kesusahan hari esok di hari ini. Mintalah kekuatan Tuhan setiap hari untuk menguatkan kita dalam mengalami kesusahan tersebut, kesusahan tidak dapat dibuang, semua orang pasti akan mengalami kesusahan masing-masih setiap harinya, tapi syukur kepada Tuhan karena Dia tidak pernah memberikan apa yang lebih dari batas kekuatan kita, Dia tahu benar kapasitas kita untuk satu hari. Ketika kita menutup hari, biarlah kita bersyukur bahwa Tuhan telah memberikan kekuatan kepada kita satu hari, dan berdoalah senantiasa untuk kekuatan Tuhan setiap pagi. Untuk itu janganlah kuatir Tuhan tahu sekali kemampuan kita, Dia mau kita senantiasa bergantung kepada Dia.

0 comments:

Post a Comment