"Kalau boleh pilih antara Tini dan Tina, maka saya akan pilih Tini, karena lebih cakep, hidungnya lebih mancung, bola matanya bersinar-sinar" -- Begitulah orang memilih berdasarkan apa yang kelihatan, walaupun kenapa Tini lebih bisa cantik di matanya Tono, dibanding Tina. Mengapa bisa begini? Mungkin di mata orang lain Tina lebih cantik dibanding dengan Tini, jadi yang sebenarnya cantik siapa yah? Cantik itu relatif sekali, kita sedikit banyak dipengaruhi oleh media, foto model yang pakai makeup kita akhirnya bilang itu cantik, standarnya adalah foto model di majalah.
Memang dalam teori Fibonacci, muka manusia ada perhitungannya baru dibilang mukanya memiliki unsur estetik, namun selama perhitungannya benar sekalipun tetap manusia mempunyai standar di dalam pikirannya, oh si A cantik, si B biasa aja, dan si C manis.
Jaman dahulu, wanita yang gemuk adalah wanita yang cantik, (monalisa) tapi di jaman sekarang malah kebanyakan pria mencari wanita yang kurus (walaupun tidak semua). Jadi akhirnya semua orang terkondisi dengan berubahnya jaman dan 'taste' dari orang-orang yang tinggal di jaman ini. Manusia pun berlomba-lomba untuk mempercantik dirinya, entah dari gaya rambut, gaya berpakaian, lekuk alis, warna lipstik, semuanya banyak sekali yang dapat dipakai untuk menambah nilai kecantikan luar tersebut.
Apakah ini salah? Menurut saya ini bukan persoalan salah atau tidak salah, dalam segala sesuatu yang kita lakukan harus ada tujuan dan pertanggungjawaban. Banyak akhirnya ketika kita melakukan permak sana permak sini, hanya karena pengaruh media, si Artis A itu rambutnya baru di 'highlight" ~ saya juga mau ikutan ah. Jadi kembali saya simpulkan bahwa kita tidak bisa memungkiri pengaruh media yang akhirnya membentuk 'standar kecantikan' dalam hidup kita.
1 Samuel 16:7
Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.
Akhir kata bersoleklah, tapi kita harus tahu tujuan dari bersolek tersebut apakah kita hanya mau mendapat nilai dari orang lain, akhirnya manusia cenderung lebih kuatir akan apa yang orang lain katakan dibanding dengan apa yang Tuhan mau ubahkan dalam hidup kita, yaitu hati kita.
Recent Posts
2 comments:
typo --> memanyai unsur estetik, namu selama perhitungannya benar --> menyamai unsur estetik, namun selama perhitungannya benar
yah cantik itu relatip sih...kalo jelek itu absolute hihi--> pendapat umum yg salah...krn ga da ciptaan Dia yg jelek.
umumnya org berusaha tampil lebih cantik/tampan krn untuk boost confidence aja :) and it is true that we should not live by people's standard. duh gw jd kepengin ngaca dan mengagumi betapa indahnya ciptaan Tuhan...hehe
Iya, kalau mengenai kebobrokan manusia, kejelekan manusia dalam hal hati baru absolute :) ~ kembali ke hukum Total Depravity.
Tapi kalau bicara soal cantik secara fisik memang sulit diukur, karena 'taste' orang beda-beda.
Post a Comment