Recent Posts

16 October, 2009

Tidak perlu memberikan 'kemuliaan' bagi Tuhan!

Yah seharusnya kita tidak perlu memberikan 'kemuliaan' bagi Tuhan! Tunggu tunggu, jangan marah dulu biarkan saya menjelaskan maksud saya. Untuk itulah kemuliaan saya tulis dengan ada tanda kutipnya karena seringkali kita mendengar kata-kata seperti ini: "Mari beri kemuliaan bagi Tuhan!" lalu secara serentak orang-orang bertepuk tangan. Apakah ini salah? Salah tidak salah bukan urusan saya, tapi biarlah kita lebih tajam dan kritis dalam hal ini.

Apakah Tuhan kekurangan kemuliaan sehingga kita perlu memberikan sesuatu kemuliaan untuk Dia supaya Dia lebih dimuliakan lagi? Lalu muncullah kalimat seperti ini juga: "Mari kita muliakan supaya Dia lebih ditinggikan lagi", nah kembali apakah Dia kurang tinggi sehingga kita harus meninggikan Dia? Torehan ini bukan bermaksud untuk menghentikan Anda meninggikan dan memuliakan Dia dalam hidup Anda. Namun yang saya maksud adalah kerancuan akan timbul ketika kita tepuk tangan dan menganggap itu sama dengan memuliakan Tuhan.

Jadi kalau tidak tepuk tangan tentu aneh, yang lain tepuk tangan kok saya tidak, yah daripada bengong sendiri mendingan tepuk tangan juga, jadi tepuk tangan seperti ini sudah jelas palsu dan hanya dibuat-buat karena tertular, atau merasa tidak enak di sekelilingnya. Kalau musiknya bagus, juga akhirnya lebih bisa tepuk tangan lebih keras lagi seolah-olah memberikan ‘kemuliaan bagi Tuhan’ jadi kemuliaan Tuhan akhirnya diukur dari tepuk tangan kita yang keras, dari musik kita yang bagus. Apakah benar?

Loh orang dunia kan juga tepuk tangan kalau lagi konser, masa orang dunia bisa tepuk tangan kita ngak boleh tepuk tangan buat Tuhan, justru harusnya tepuk tangan lebih keras lagi, supaya lebih beda dengan orang dunia, kita kan seharusnya lebih dari orang dunia. Apakah benar pernyataan seperti ini? Tepuk tangan, adalah simbol dari appresiasi kita, dalam hal menghormati orang lain ketika seseorang mengadakan pertunjukan kita tepuk tangan untuk memberikan nilai, kalau pertunjukan bagus tepuk tangan lebih ramai (walaupun orang Timur kurang bisa seperti ini), sedangkan kalau pertunjukan jelek, yah tepuk tangan seadanya aja lah, toh juga pertunjukannya tidak terlalu memukau, dengan konsep seperti ini arti tepuk tangan hanya menjadi pemberian hormat dan nilai kepada orang yang mengadakan pertunjukan.

Jadi tentu orang yang mengadakan pertunjukan tersebut juga terpengaruh dengan tepuk tangan penonton kalau tepuk tangannya ramai, dia pasti merasa nilai dia bertambah, rasa percaya diri semakin ada, sedangkan kalau tepuk tangan sedikit, dia pasti merasa kurang percaya diri, dan merasa berkurang nilainya. Nah apakah hal ini dapat diterapkan dalam hubungan kita dengan Tuhan, kalau kita tepuk tangan hanya karena, kita merasa bahwa Tuhan akan lebih ditinggikan dan lebih dihormati dan lebih diberi nilai, ini jelas harus perhatikan secara kritis.

Memberikan kemuliaan bagi Tuhan dengan memuliakan Tuhan sangat berbeda sekali tentunya, karena dari dalam kita tidak ada kemuliaan yang dapat kita kembalikan kepada Tuhan karena manusia adalah orang yang berdosa seutuhnya di dalam manusia tidak ada yang benar dan tidak ada yang mulia yang dapat kita berikan kepada Tuhan dengan tujuan menambah nilai Tuhan, karena Tuhan tidak pernah berkekurangan dalam segala hal. Ketika kita diubahkan semakin hari semakin serupa gambar Tuhan, maka kemuliaan yang terpancar dalam hidup kita adalah pemberian Tuhan semata-mata bukan milik kita, sehingga tidak sepatutnya kita membanggakan diri bahwa kita lebih mulia dari orang lain, karena kalau memang kemuliaan Allah benar-benar tinggal dalam hidup kita maka perlakuan untuk merendahkan orang lain tentu tidak terdapat dalam kemuliaan tersebut, sehingga kalaupun terjadi maka kemuliaan itu wajib dipertanyakan apakah benar kemuliaan Tuhan atau ‘kemuliaan’ Tuhan.

Memuliakan Tuhan artinya bahwa sudah selayaknya kita diciptakan untuk memuliakan Dia, posisi kita sebagai manusia adalah untuk memuliakan Dia, bukan karena Dia kurang kemuliaan. Semakin lama kita semakin mengenal Tuhan, semakin dalamlah kita akan mengenal siapakah diri kita sebenarnya, sehingga dengan jalan seperti ini kita dapat melihat bahwa Dia adalah mulia adanya, namun karena dosa sehingga kita tidak dapat menyadari kemuliaan tersebut. Semakin kita mengenal kita sebagai orang yang berdosa, dan benar-benar berdosa maka semakin kemuliaan Tuhan terlihat dengan jelas. Jadi kalau kita mau memuliakan Tuhan dalam hidup kita baiklah kita senantiasa mengenal Dia dengan mengenal Dia maka kita akan mengenal siapakah kita sebenarnya, mengenal Dia melalui FirmanNya yang hidup dan kekal yang berkuasa menyelamatkan kita.

Dengan jalan seperti inilah kita akan secara otomatis memuliakan Tuhan, karena kita menjadi sadar bahwa kita adalah manusia berdosa yang tidak dapat berbuat apa-apa, semakin lama kita menjadi pengikut Kristus seharusnyalah kita mengetahui dosa-dosa yang ada di dalam hati kita yang terkubur dalam-dalam dan tidak pernah kita akui dan tidak pernah kita tahu. Sehingga kita dapat berkata dari semua orang akulah orang yang paling berdosa, bukan karena kita melakukan dosa lebih banyak orang lain, tapi karena akhirnya kita menyadari dan lebih mengenal akan hidup kita sendiri yang rusak seluruhnya. Kita tidak akan pernah berkata, saya lebih baik dari dia. Ketika kita memuliakan Tuhan bukan karena Dia akan lebih dimuliakan tapi karena Tuhan tidak pernah berubah kemuliaanNya dari dahulu, sekarang dan selamanya, hanya kitalah yang menyadari, bahkan terus menyadari kalau kita ini orang yang seharusnya dihukum, untuk itulah kita lebih bisa memuliakan Tuhan, tanpa pengertian seperti ini, maka memuliakan Tuhan yang kita lakukan perlu dipertanyakan dengan tanda tanya yang besar.

Kisah 17:24-25
Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia, dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.

1 comments:

Anonymous said...

1 Tawarikh 16:29 :BERILAH kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya....apakah TUHAN kurang kemuliaan??

Post a Comment