Saya banyak mendengar orang bersaksi tentang perjalanan mereka ke neraka, hmm...bukannya saya tidak percaya sih, tapi buat apa percaya kepada mereka toh semuanya sudah tertulis di Alkitab, apakah Alkitab tidak menjadi otoritas tertinggi di dalam hidup kita dan di dalam pengenalan kita akan neraka. Bahkan salah satu kesaksian yang dikatakan seperti ini "Waktu saya ke neraka, neraka tuh ulatnya ngak mati-mati, jadi benar yang dikatakan Alkitab" --- Tunggu-tunggu, berarti selama ini Alkitab tidak valid, atau tidak sepenuhnya valid sampai ada orang yang perlu menyatakan bahwa Alkitab itu benar adanya karena orang tersebut sudah pergi ke neraka, jadi mana yang lebih tinggi otoritasnya? Berarti bagi mereka, kesaksian merekalah yang meneguhkan kebenaran Alkitab, ini sudah jelas pemikiran yang tidak sehat sama sekali.
Banyak orang pergi ke neraka, bolak balik, udah kayak bolak balik Sydney Jakarta kali, dengan begitu gampang mereka menceritakan kesaksian ketika mereka mengalami semua hal tersebut. Hmm...sebenarnya tujuan kesaksiannya apa sih? 1. Apakah untuk meneguhkan kebenaran Alkitab? 2. Untuk menakut-nakuti manusia untuk takut kepada neraka tapi tidak takut kepada Allah? --- Manusia pasti tidak ada yang mau masuk neraka, tapi banyak yang mau masuk surga tapi tidak mau menerima Yesus dan menjadikan Yesus sebagai harta dalam hidupnya, karena masih banyak yang mereka pegang dalam hidupnya -- kitapun kerapkali masih berada di posisi seperti itu, mau surga tapi tidak mau Tuhan.
Ujung-ujungnya orang bertobat karena supaya tidak dihukum supaya tidak masuk neraka, tapi supaya mendapatkan keselamatan itu sendiri, ini namanya egois, toh sebenarnya kita sepatutnya dihukum dan semuanya layak masuk neraka, tapi syukur dalam Kristus Yesus kita diselamatkan, namun kita diselamatkan bukan untuk diri kita, supaya kita bisa lepas dari neraka, bukan itu yang menjadi satu-satunya tujuan dalam hidup kita, tujuan hidup kita diselamatkan adalah untuk memuliakan Dia dan menjadi 'kristus-kristus' kecil di dunia ini yang berada di dalam rancangan besar Tuhan.
Jadi kalau ada orang kesaksian orang pergi ke neraka, saya akan mempertanyakannya dengan tajam dan kritis, karena akhirnya kesaksian bisa dibuat-buat, atau hanya karena emosi, atau karena pernah baca ayat-ayat Alkitab tentang neraka, kemudian mulai menghayal neraka itu seperti apa. Apakah dengan kesaksian itu maka kita akan lebih percaya neraka itu ada? Berarti kita tidak percaya bahwa apa yang dikatakan Alkitab adalah benar adanya, akhirnya kita akan terpengaruh oleh kesaksian orang lain ketimbang kesaksian Alkitab, dan kalau tidak hati-hati maka kita akan mulai mendewakan manusia yang dianggap seolah-olah memiliki otoritas tertinggi.
Recent Posts
1 comments:
Kg usah sok2 nulis kg percaya, bawa2 alkitab lagi sebagau otoritas tertinggi, emang apa yg sudah situu baca tentang neraka di alkitab ? Sepertinya ts ini kg percaya tentang keberadaan alkitab.....Bnayak saudara muslim yg keskasian dibawa ke neraka jg dan akhirnya menerima Tuhan Yesus, itu mksdnya bohongan jg ? Kalau mau bantah pake ayat jgn cuman bawa2 ayat alkitab doang !!! Kalau pengetahuan ts belum cukup lebih baik main game aja
Post a Comment