Recent Posts

25 March, 2010

Sekali seumur hidup

Slogan ini sering dikatakan oleh tukang foto pernikahan, tukang video pernikahan, konsumsi, tukang bikin kue dan yang lain sebagainya, ketika seseorang menikah, maka inilah yang dikatakan - "Pakai yang ini, yang terbaik karena sekali seumur hidup" -- Hmm... apakah memang benar atau hanya pembenaran diri untuk menciptakan pesta pernikahan yang sempurna, yang seringkali karena kita sudah melihat adanya satu standard, misalnya teman kita menikah wah..maka kita tidak mau kalau dengan berusaha lebih wah. Kemudian melalui kesempatan inilah marketing dari semua yang ikut ambil bagian dalam sebuah pernikahan, untuk menjual produk mereka yang terbaik dan termahal dengan alasan "sekali seumur hidup".

Kadang kita tidak adil terhadap diri sendiri, bagaimana dengan seorang asing yang duduk di sebelah kita ketika kita berada di dalam pesawat, bukankah orang tersebut juga mungkin "sekali seumur hidup" duduk di sebelah Anda, tapi kita tidak mau menginjili dia. Misalnya juga kita sekali seumur hidup bertemu dengan dia, namun kenapa kita tidak baik terhadap mereka, sehingga ada satu kesempatan memberitakan injil kepada mereka. Bukankah kita ini tidak adil terhadap diri kita sendiri?

Kalau kita menjalani satu hari sekali seumur hidup, kenapa kita tidak pernah mau melakukan yang terbaik? Misalnya hanya satu kali dalam seumur hidup kita akan mengalami tanggal 25 Maret 2010. Bahkan hal itu bukan hanya 'mungkin' tapi 'pasti' kita tidak akan mengalami hari tersebut dalam hidup kita. Tapi sudahkah kita mempergunakannya secara baik. Hmm..Satu refleksi yang harus kita renungkan bersama-sama.

Jadi kalau ada slogan "Sekali Seumur Hidup" -- ini hanyalah cliche untuk tujuan marketing bagi mereka untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya, sedangkan dari pihak yang memakai produk mereka hanyalah untuk pembenaran diri, kesempatan untuk menciptakan yang terbaik -- seolah-olah kesempatan itu tidak akan pernah datang lagi.

0 comments:

Post a Comment