Recent Posts

21 March, 2010

Musik Gereja Membosankan

Kita hidup di jaman post-modern di mana pemikiran mengenai lagu-lagu yang dinyanyikan khususnya di gereja Injili, Reformed, Baptist dan yang lainnya yang masih memakai Himne adalah sangat membosankan. Kita bisa berkata "Sangat membosankan". Mengapa bisa terjadi kata-kata seperti ini, apakah memang benar musiknya yang salah dan harus berevolusi menjadi musik yang lebih bisa didengar oleh kuping ini.

Dalam hidup kita selalu mendengarkan musik, namun kecenderungan di jaman sekarang di manapun yang kita dengar entah itu di cafe, tempat-tempat umum adalah jenis-jenis musik seperti RnB, Rap, Metal, Pop, slow rock, Jazz dan yang lainnya -- sehingga kuping kita ini mau tidak mau sudah terpengaruh dengan satu kebiasaan mendengar lagu-lagu dengan style tertentu. Ketika kita di gereja kita mau juga menyanyikan lagu-lagu rohani yang berirama seperti itu, kalau tidak akan terdengar sangat membosankan. "IT'S SO BORING!!!", sebenarnya yang boring itu kita atau lagunya?

Lagu-lagu kontemporer yang sepertinya 'rohani' pun mulai diadaptasi oleh gereja, tanpa menseleksi dengan ketat baik dari segi nada, irama, teologianya dan prinsip-prinsip pengajaran yang terkandung dari lagu tersebut. Lagu-lagu kontemporer akhirnya diciptakan banyak dan cepat karena adanya unsur komersial. Dan gereja sebagai konsumen tidak terlalu mau ambil pusing dalam hal ini, asalkan bisa memakai lagu tersebut supaya orang-orang muda bisa lebih banyak datang ke gereja, mengapa tidak? Sama seperti ketika kita makan, kita tidak lagi memperdulikan apakah makanan tersebut itu dapat membahayakan kesehatan kita atau tidak, asalkan enak.

Bukannya saya menentang lagu-lagu kontemporer, namun kita benar-benar harus selektif jangan hanya karena musiknya bagus dan enak didengar berarti itu benar, atau lirik-liriknya gampang dihapal dan gampang dicerna itu bagus dan dipakai. Jaman post-modern ini mempengaruhi manusia, dengan sikap seperti ini "Selama saya merasa nyaman, maka hal itu adalah kebenaran" -- jadi yang menentukan kebenaran adalah diri kita sendiri. Marilah kita sama-sama belajar untuk tidak menyerupai dunia ini yang semakin hari semakin mengalami penurunan, salah satunya adalah dalam hal musik.

Artikel ini saya tulis, karena terinspirasi melalui seminar "The Value of Hymn" yang saya harap bisa memberikan berkat bagi kita semua.

0 comments:

Post a Comment